Text
EFEKTIVITAS HEDGING MENGGUNAKAN SAHAM DAN CRYPTOCURRENCY DALAM MENGURANGI RISIKO DI PASAR MODAL NEGARA-NEGARA EMERGING
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Bitcoin dan Ethereum sebagai instrumen hedging terhadap risiko portofolio saham di lima indeks negara berkembang, yaitu LQ45 (Indonesia), IBOVESPA (Brasil), NIFTY50 (India), SSE50 (Cina), dan BIST50 (Turki), selama periode 2018 hingga 2024. Portofolio dibentuk berdasarkan kuintil volatilitas saham, dengan fokus pada kelompok saham dengan volatilitas tinggi (Q5) dan rendah (Q1). Metode DCC-GARCH digunakan untuk mengukur korelasi dinamis antara return saham dan cryptocurrency, sedangkan efektivitas hedging diukur menggunakan Hedge Effectiveness Index (HEI) yang dihitung dalam tiga periode: pra-pandemi, pandemi, dan pasca-pandemi. Hasil menunjukkan bahwa korelasi antara cryptocurrency dan saham cenderung meningkat pada portofolio berisiko tinggi, terutama saat terjadi krisis pasar. Bitcoin terbukti lebih efektif daripada Ethereum sebagai instrumen hedging, khususnya dalam kondisi pasar yang relatif stabil. Namun, selama pandemi, efektivitas kedua aset digital tersebut menurun secara signifikan, ditunjukkan oleh nilai HEI yang negatif di sebagian besar kombinasi portofolio. Pada masa pasca-pandemi, efektivitas kembali meningkat meskipun belum sepenuhnya pulih. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas cryptocurrency sebagai alat hedging sangat bergantung pada jenis aset, kondisi pasar, dan karakteristik risiko portofolio. Hasil ini memberikan kontribusi penting bagi pengelolaan risiko di pasar modal negara berkembang.
| 30007731 | 7731 | RLC MM (Rak Tesis) | Available |
No other version available