Text
PENGARUH KEPEMIMPINAN AMBIDEXTROUS TERHADAP PERILAKU KERJA INOVATIF YANG DIMEDIASI OLEH KEPEMILIKAN PSIKOLOGIS DAN KEBAHAGIAAN DI TEMPAT KERJA PADA ORGANISASI KEUANGAN NEGARA
Di tengah era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity) dan
meningkatnya indeks ketidakpastian global, lembaga sektor publik menghadapi tekanan
besar untuk terus berinovasi dan beradaptasi. Sebagai institusi yang memegang peran
strategis dalam menjaga efisiensi dan akuntabilitas keuangan negara, Organisasi
Keuangan Negara (OKN) juga tidak terlepas dari tuntutan tersebut. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan ambidextrous—yang mampu
mendorong keseimbangan eksplorasi inovasi tanpa mengabaikan kebutuhan eksploitasi
operasional yang efisien dan andal—terhadap perilaku kerja inovatif (innovative work
behavior/IWB) pegawai OKN, dengan mempertimbangkan peran mediasi dari
kepemilikan psikologis dan kebahagiaan di tempat kerja. Survei dilakukan secara daring
terhadap 739 responden dari total 858 kuesioner yang disebarkan, dan data dianalisis
menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan ambidextrous berpengaruh
signifikan terhadap perilaku kerja inovatif, baik secara langsung maupun melalui mediasi
kepemilikan psikologis promotif dan kebahagiaan kerja. Kepemilikan psikologis
promotif terbukti menjadi mediator yang signifikan dalam menjembatani pengaruh
kepemimpinan terhadap inovasi. Namun, dimensi kepemilikan psikologis preventif tidak
menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap perilaku kerja inovatif, yang
mengindikasikan bahwa tidak semua bentuk rasa memiliki mampu mendorong inovasi di
lingkungan birokrasi. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi sektor
publik, khususnya dalam mendesain strategi kepemimpinan yang adaptif untuk
memperkuat kapasitas inovatif organisasi di tengah dinamika dan ketidakpastian era
digital.
| 30007849 | 7849 | RLC MM (Rak Tesis) | Available |
No other version available