Text
PERAN MODERASI DIMENSI BUDAYA HOFSTEDE TERHADAP PENGARUH COUNTRY OF ORIGIN PADA MINAT BELI PADA INDUSTRI ELEKTRONIK
Dalam beberapa tahun terakhir, country-of-origin (COO) menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keputusan konsumen dan strategi bisnis. Hal ini mendorong meningkatnya permintaan terhadap penelitian mengenai COO. Salah satu faktor penting yang memengaruhi perilaku konsumen adalah budaya, namun penelitian tentang pengaruh budaya terhadap COO masih relatif sedikit. Salah satu konsep budaya yang paling umum digunakan adalah konsep budaya dari Hofstede. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang umumnya hanya membahas pengaruh langsung nilai-nilai budaya Hofstede terhadap minat beli secara parsial, penelitian ini secara komprehensif mengkaji peran budaya Hofstede sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara country-of-origin image (COOI) dan minat beli, dengan mencakup keenam dimensi budaya Hofstede: power distance, masculinity, kolektif, uncertainty avoidance, indulgence, dan long-term orientation. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner daring yang diisi oleh 202 responden berusia 25–34 tahun yang berdomisili di jakarta. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode moderated regression linear untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi budaya long-term orientation, uncertainty avoidance, dan masculinity memoderasi pengaruh country-of-origin image (COOI) terhadap minat beli produk elektronik yang berasal dari Korea, Indonesia dan Tiongkok. Temuan ini diharapkan dapat menambah ilmu bagi pembaca serta menjadi pertimbangan dalam menentukan metode dan target pasar yang tepat untuk strategi pemasaran, sehingga pelaku bisnis dapat mengoptimalkan pemanfaatan unsur country-of-origin image (COOI) sebagai elemen strategis dalam pemasaran yang disesuaikan dengan segmen pasar yang relevan.
| 30007696 | 7696 | RLC MM (Rak Tesis) | Available |
No other version available